Jumat, 02 Maret 2012

Mimpii :DD

liburan kali ini kami semua akan mengunjungi negara tetangga yaitu singapura.. singapura kota yang indah dengan tatanan kota yang rapih dan bersih tidak seperti jakarta.. menjejakkan kaki di negara ini suatu kebanggan tersendiri bagi kami (kecuali anak yg sudah pernah kesini) aku bersama nisa dan icha dibolehkan untuk berkeliling melihat-lihat.

"enak ya disini, udaranya bersih ga kayak jakarta sumpek" ucap icha
"iya bener, bersih lagi" sambung nisa.

setelah berkeliling cukup lama tiba-tiba kami bertemu dengan 3 orang laki-laki. 1 diantaranya dekat denganku namanya (sebenernya lupa) anggap saja dicky, 1 orang yang namanya arief dekat dengan icha, dan 1 nya lagi yang namanya adi (sebenernya lupa) dekat dengan nisa, kita lama-kelamaan semakin dekat lalu tiba-tiba muncul rasa itu, rasa yang unik seperti menggelitik yang menyebabkan kita untuk selalu tersenyum. ya cinta. tapi anehnya aku tidak suka dengan dicky, tapi malah arief teman dekatnya icha, yaa aku juga gak tau pasti alasannya kenapa, karena tiba-tiba rasa itu muncul.. dan sepertinya juga adi mulai menyukai nisa.. nah ini yang buat aku dan icha khawatir setengah mati. nisa itu kan paling kecil diantara kami (ceritanya) gimana kalau dia disakitin? gimana kalau dia ditinggalin gitu aja? ooo tidabisaa itu tidak boleh terjadi. sama sekali tidak! (kok lebay ya-__-)

hari minggu, aku icha dan nisa memutuskan untuk berbelanja ke super market buat beli beberapa bahan makanan yang habis, aku sama icha sudah waspada dari penginapan jangan sampei bertemu dengan ketiga laki-laki itu karena temapt kerhja mereka dekat dengan super market itu. dan benar saja, ketika masuk aku langsung melihat seorang laki-laki yang sedang mencari bahan makanan.

"yah elah, bener kan ada si adi?! pokoknya kita harus jagain nisa, jangan sampe ketemu sama dia" kataku
"siip gal" sahut icha.
"yuk nisa" kataku dan icha
ketika kami melihat ke belakang ternyata nisa sudah menghilang.
"cha, si nisa manaa??" tanyaku panik
"gatau nih, jangan-jangaaann...."
"hush, jangan gitu ah, kalo beneran gimana? udah yuk cari nisa aja."
"yuk, eh eh gal, tu nisa ya? alhamdulillah adaa.. eh gal tapiii" potong icha
"tapi apa? (nengok ke arah pandangan icha) mampuuusss!!! gimana nih? kok dibelakangnya adi sih? yuk ah buru" kataku sambil menarik tangan icha.
"ehh ehh sakit gaal"
(berlari menuju nisa)
"nis ayo pulang, makanan udah dapet nih," kata icha sambil menarik tangan nisa.
"loh kok udah? kan makanannya ada disini, nih aku lagi cariin" kata nisa
"udah katanya si aurin ternyata yang ini masih ada, yuk pulang yuk" kataku
"ohh gitu, ayo deh"akhirnya nisa mengalah.

tapi belum selesai, hari itu setelah bayar di kasir, ketika aku icha dan nisa lagi asik-asiknya jalan sambil bercanda kita di kejutkan oleh ketiga laki-laki itu (adi, arief dan dicky) sambil masing masing membawa barang, adi yang berada di depan nisa berdiri dengan senyuman khasnya dengan membawa chitato, arief dengan gaya cool nya berdiri di depan icha dengan membawa (lupa sebenernya) coklat, dan dicky yang berdiri di depanku dengan senyuman yang begitu menyejukkan berdiri dengan menggenggam beberapa permen yang ku suka.

"MAU?" ucap mereka kompak. 

entah itu mereka sudah latihan sebelumnya atau apa, tapi mereka begitu kompak. segera aku nisa dan icha menghampiri mereka, entah kenapa saat ini, berdiri di depan dicky sudah membuat jantungku tak karuan, aku mengambil permen yang ada di tangannya, lalu memeluknya dan mengucapkan terima kasih. mungkin sejak saat itu aku mulai merasa aku mencintainya. aku merasakan dia tersenyum. lalu tibatiba ada suara seorang wanita yang memanggil namanya.

"Dicky"
"eh iya bu?"
"ayo cepat, sebentar giliranmu tampil" kata ibu itu.
"iya bu"

lalu tiba-tiba dia menatapku.
"ayo, kamu juga ikut, kamu harus mendukungku karena ini penampilan pertamaku" katanya sambil menggenggam tanganku.
"iyaa" kataku sambil tersenyum kepadanya, sontak itu menarikku dan dengan susah payah aku mengikuti langkahnya yang besar itu. sesampainya disana.....
"nanti kamu harus dukung aku ya" kata dia dengan senyuman yang membuatku luluh
"haha pastilaah" ujarku sambil tertawa
"mana kata-kata penyemangatnya?"
"semangat! semangaat semangaat" ucapku sambil memeragakan gaya yang aneh.
"hahaha" dia tertawa, 
ya Tuhan aku ingin detik ini saja engkau menghentikkan waktu, suara tawanya itu telah menyadarkanku, betapa berharganya dia dimataku. tiba-tiba aku ingat awal-awal pertemuan dengannya, ya di negara ini, Singapura. lalu teringat ketika pertama bertemu aku mulai menykai arief dan bukan dia, teringat juga ketika arief memeluk icha dan aku merasa cemburu.

'enak ya jadi icha dipeluk sama poconggg" kataku
'hah? poconggg?" katanya sambil menunjukkan raut muka bingung
'iya si arief kan poconggg, kamu gatau?" tanyaku heran
"jadi arief itu poconggg?" tanyanya kaget. aku mengutuk diriku sendiri di dalam hati, bodoh bodoh bodooh kenapa aku bisa keceplosan seperti ini. tapi bagaimana bisa? dia kan temannya, bodooohh..
aku terhantak karena mendapat sentuhan di tanganku, ternyata dicky sedang mencoba memberhentikkan gerakkan bodohku (memukul-mukul kepala).
"udah, gausah mengutuk diri sendiri, aku juga sebenernya udah curiga kok kalo arief itu poconggg.. hmm, kamu suka sama arief?" tanyanya to the point
'eh, eeengg enggak kok" ucapku gugup
"berarti kamu ga seneng tadi dipeluk aku?" tanya nya lagi.
"eh, bukan gitu juga" kataku semakin gugup.
'sini" tiba-tiba dia memegang tanganku dan menarik tubuhku masuk ke dalam pelukannya, aku kaget mendapat perlakuan seperti itu, tapi kemudian aku tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, aku sangat sadar sekarang seberartinya dia dalam mataku.
"gimana? masih gaseneng dipeluk aku?" tanyanya. aku hanya bisa menggelengkan kepala yang berarti jawabannya tidak.
"masih cemburu kalo arief meluk icha?" tanyanya lagi. aku menggelengkan kepala lagi. ya Tuhan dia sangat baik padaku. dia melepaskan pelukannya
'yasudah kalo gitu sekarang aku harus tampil, kau harus mendukungku!" katanya. 

aku hanya bisa tersenyum sambil menahan air mata. dia pun masuk dan tampil dengan menawan, lalu ku lihat mulai berdatangan teman-teman 9D, lalu aku mengikuti nanda dan nafila ke dalam, sewaktu istirahat aku melihat ada adi (teman dekat nisa) sedang mengambil permen yang di berikan oleh panitia, setelah mengambil kulihat dia sedang mengamati seseorang, aku menoleh ke arah pandangannya, ya ampun! ternyata nanda!! aku cepat-cepat menghampiri mereka.

"nan, mau permen?" tawar adi sambil tersenyum manis.
"eh?" kata nanda bingung.

dengan segera aku langsung duduk di tengah-tengah mereka yang bangkunya kosong, lalu aku memutar tubuhku dan mengahdap ke adi. aku menutup tangannya yang masih memegang permen.
"kasih permen ini ke orang yang tepat," kataku sambil tersenyum. lalu dia menatapku bingung, tapi tidak lama dia tersenyum seakan mengerti maksud dari perkataanku tadi. aku pun pergi meninggalkan bangku itu ketika aku di kejutkan dengan perkataan adi.

"nan, maaf ya permen ini udah milik chika," katanya sambil menggenggam permen yang hendak diberikan ke nanda. sontak aku kaget dan menoleh ke adi dan memberikan tatapan 'apa maksudmu? chika?' dan seperti bertelepati dia menjawab tatapanku dengan senyuman yang seolah berkata 'iya, itu chika' dan langsung saja mulutku membentuk huruf O dan mengerti maksud dari tatapannya itu, dan langsung aku pergi meninggalkan tempat itu, ketika menuju pintu keluar aku bertanya dalam hati. "oh ternyata chika, ku kira nisa, beruntung sekali, dimana chika?" lalu mataku pun mulai menyapu sekeliling mencari chika, sontak aku pun tersenyum ketika melihat chika ternyata duduk di samping adi, bagaimana aku bisa tidak melihatnya...




SELESAAAAAAAAAAAAIIIIIIII mimpinya abiiiissssss, padahal seru banget ituu ehh kebanguun, hehe

maap yaa kalo kebanyakan tiba-tibanya, pokoknya ini tuh beneran mimpi galih waktu kemaren malem, novel banget yah-__- tapi namanya itu yang bener cuma arief poconggg yaa yang lainnya ngasal soalnya lupaa :DD  tapi semuanya dari tempat, alurnya, kata-katanya itu semua bener :D oke gamsahamnidaa terima kasiihh :DD