Jumat, 15 Juni 2012

Nado Saranghae Oppa (나도 사랑해 오빠) [FanFiction of Chanyeol EXO-K and Eunjung T-Ara]

Main Cast: -Ham Eunjung (T-Ara)      
                  -Park Chanyeol (EXO-K)
Supporting Cast: -Kim Jong In atau Kai (EXO-K)        
                            -Park Jiyeon (T-Ara)

FanFition galih yang pertama selesaaaiii :DD sebenernya selesainya sih udah lama._. tapi baru sempet ngepost hehe.. Mian kalo ceritanya sedikit gajelas terus pasaran._. maklum masih pemula.. dan ini cuma fiksi loh yaa~~


--Eunjung POV--

"BRRUUUKKK"
"Ah, mianhae.. Gwaenchanajyo?" Ku lihat seorang namja yang sedang mengulurkan tangannya.
"Ya! kau kalau jalan lihat-lihat, sakit tau!" omelku.
"Mian, aku tidak sengaja.. Namamu siapa?" tanya namja itu
'sudah menabrak masih berani nanya nama?' batinku sambil melihat sinis kearahnya.
"Waeyo? apa ada yang salah?" tanyanya heran.
"Ani, aku pergi" lalu aku segera pergi menuju kelas.
"Ya! kau belum memberitahu namamu!" teriak namja itu.
"Cih, siapa yang peduli" gumamku


---Chanyeol POV---

"Ya! kau belum memberitahu namamu!" teriakku. tapi dia tidak menjawab.
'siapa dia? neomu yeppeo' pikirku sambil tersenyum.
*TINTIIIN*
Tiba-tiba ada yang membunyikan klakson motor dari arah belakang, karena kaget sontak aku menengok ke belakang untuk melihat siapa itu.
"Chanyeol hyung!! daritadi kupanggil tapi hyung tidak menjawab.. Palli, kita ada latihan!" ucap Kai, teman satu dancer-ku
"Oh ne," aku langsung menaiki motornya dan dia langsung menancap gas..

*****

"Chanyeol, kau kenapa? tidak seperti biasanya kau tidak fokus seperti ini, ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Suho hyung dan membuyarkan lamunanku..
"Oh, wae hyung? kau bertanya apa tadi?" tanyaku bingung. aku melihat Suho hyung menggelangkan kepala.
"Tuh sekarang kau malah melamun, latihan yang fokus!" tegas Suho hyung.
"Ne, chaesung hamnida *bow*"


"Hyung, kau kenapa hari ini? biasanya kau yang paling fokus.. apa karena yeoja yang tadi hyung tabrak?" tanya Kai sehabis latihan.
"Mwo? Kenapa kau bisa tau?" ucapku gugup
"Nah, benarkan hyung memikirkan yeoja itu! lagian kenapa tadi tidak menanyakan namanya?"
"Yaa, bukan itu maksudku.. Kenapa kau bisa tau kalau aku menabrak seorang yeoja?"
"Ohh, kan tadi sudah ku bilang daritadi aku memanggil 'Chanyeol hyung!' tapi kau tidak menjawab karena ku lihat kau sedang bersama seorang yeoja.. tapi benarkan hyung sedang memikirkannya?"
"Berarti kau menguping? Ya! berani nya kau!" lalu aku mendaratkan sebuah pukulan kecil ke dada bidangnya Kai.
"Lagian siapa yang suruh dipanggil tidak menengok? itu bukan sepenuhnya salahku.. tapi aku mau tanya, kenapa hyung tidak mengejarnya dan menanyakan namanya?" tanya Kai.
"Kau itu terlalu dramatis Kai, sudahlah kita pulang saja aku capek," lalu aku menaiki sepeda motor Kai.
"Kau mau ikut apa tidak? Cepat! Atau aku tinggal!" suruhku
"Hyung! itu motorku! kenapa jadi kau yang mengambil alih! yasudah ayo pulang" Kai pun menaiki motor, segera aku tancap gas dan pulang.


---Eunjung POV---

"Eunjung-ah!!!" teriak seorang yeoja yang suaranya sudah sangat ku kenal.
"Mwo ya?! suaramu itu berisik sekali! ada apa?" tanyaku
"Coba ceritakan siapa namja yang menabrakmu tadi!"
"Darimana kau tahu?" tanyaku heran.
"Kau kan tadi ke kantin bersamaku! tapi kau malah meninggalkanku! lalu aku melihat kau di tabrak oleh seorang namja, siapa dia?" tanyanya.
"Mana ku tahu, memang aku gurunya?" kataku kesal
"Kenapa kau marah? Aahh jangan-jangaan,,,,"
"Jiyeon-ah, kau suka sekali membuat orang kesal!" geramku
"hahaha mianhaeyo, kau tidak perlu marah seperti itu Eunjung, aku hanya bercanda" ucap Jiyeon
"Kenapa kau tidak menanyakan namanya?" tanyanya kemudian
"Penting?" tanyaku
"Ne, dia itu tampan! apa kau tidak menyadarinya?" tanyanya yang ku jawab dengan gelengan kepala.
"Tidak" jawabku singkat
"Hhhh, yasudah terserah kau saja.. Tapi kalau kau bertemu dengannya lagi, tanyakan namanya! aku sangat penasaran!" mohon Jiyeon
"Kau ini, bukankah kau sudah punya pacar? yang di Busan kan?" tanyaku
"Dia bukan pacarku! sudah kau tanyakan saja namanya ya ya yaa??" pinta Jiyeon dengan wajah aegyo-nya
"Aahh ne ne ne, arasseo! kau mau pulang tidak? apa mau menginap di sekolah?" tanyaku sambil mengambil tas dan berjalan menuju pintu kelas
"Eunjung-ah tungguuu!!" dengan cepat Jiyeon menyambar tasnya dan berlari mengejar Eunjung.


---Chanyeol POV---

*BRUUUUKKK*
"Oh mianhae, neo..." ucapku kaget melihat seorang yeoja yang kemarin ku tabrak.
"Annyeong, kita bertemu lagi" ucapku sambil menyunggingkan senyum
"Tapi kenapa harus tabrakan sih, sakit tau!" ucap yeoja itu yang masih memegangi pundaknya yang ku tabrak.
"Miannatta, aku benar-benar tidak sengaja.. emm bagaimana kalau kau ku traktir di kantin sebagai permintaan maaf?" tawarku
"emm, boleh.. kaja" jawabnya menyetujui


"Kemarin kau belum memberitahu namamu, siapa namamu?" tanyaku saat kami sedang makan
"nyamnyam.. Namaku.. nyam emm Eun,,,,"
"Kau makan dulu baru berbicara, nanti tersedak"
"Oh mian, nan Eunjung. Ham Eunjung. Neo?" tanya Eunjung
"Nan Chanyeol, Park Chanyeol.. Kau lucu" ucapku yang membuatnya hampir tersedak
"Mwo?!"
"Kau makan pelan-pelan saja.. Kau lucu, biasanya yeoja yang sedang bersama namja tampan sepertiku ini, selalu menjaga sikapnya dengan baik, tapi kau tidak." ucapku narsis
"Ya! Yakin sekali kau.. Jadi maksudmu aku bukan yeoja?" tanya Eunjung tajam (?)
"Hahaha, bukan aku yang bilang" tawa Chanyeol
"Jangan tertawa! tidak ada yang lucu!" ucap Eunjung yang sibuk lagi dengan makanannya
"Haha arasseo, oh iya kau kelas berapa?" tanyaku.
"Aku kelas 1, kau juga kan?" tanya Eunjung
"kau kelas 1? berarti aku sunbae mu! jadi kau harus memanggilku oppa" ucapku yang membuatnya  kaget.
"memang kau kelas berapa?"
"dua"
"Tidak mau" kata Eunjung singkat yang membuatku bingung
"Mwo? Apanya yang tidak mau?" tanyaku bingung
"Memanggilmu oppa" ucap Eunjung yang masih sibuk dengan makanannya
"Waeyo?"
"Memangnya kau ingin sekali di panggil oppa olehku?" ucap Eunjung yang dibalas dengan anggukan kepala ditambah wajah aegyo-ku
"Kau tidak bisa ya hanya sedetik saja tidak melakukan aegyo?" tanyanya sambil tersenyum.
'dia manis kalau sedang tersenyum' pikirku.
"Neo.. kenapa senyum-senyum seperti itu? Firasatku jadi tidak enak" ucapnya yang membuatku gemas. Lalu aku mengusap kepalanya. Aku bisa melihat dia kaget atas apa yang tadi aku lakukan, tapi kemudian dia kembali lagi seperti Eunjung (?)
"Ya! Lihat rambutku jadi berantakan" ucapnya kesal sambil mencoba mendorong tubuhku.
"Hahaha kau lucu kalau sedang marah" aku tertawa melihat Eunjung kesal.
"Ah aku telat! Mianhae Eunjung-ah, aku harus latihan sekarang. kau makan sendiri tidak apa-apa kan? Tenang saja, makanannya sudah kubayar tadi.. Aku pergi dulu, annyeong" ucapku sambil beranjak dari tempat duduk dan menuju tempat parkir.
"Ne oppa, annyeong"


---Eunjung POV---

"Ne oppa, annyeong" ucapku pelan sambil tersenyum kecil melihat ia mulai berjalan menuju tempat parkir. 
'dia tidak akan mendengar' ucapku dalam hati. Aku tidak tau kenapa waktu Chanyeol oppa mengusap kepalaku, aku merasa jantungku bekerja 2kali lebih cepat dari biasanya. Aku yakin saat itu Chanyeol oppa melihat wajah kagetku, lalu aku langsung menyembunyikan wajah kagetku dengan bersikap seperti biasa.
'ahh jinjja, kenapa aku ini?' umpatku dalam hati.
"Eunjung-ah!" ucap Jiyeon yang membuatku sadar dari lamunanku.
"Jiyeon-ah, bisa tidak kau berbicara pelan-pelan saja.. Aku tidak ingin ahjumma yang menjaga kantin memanggil satpam karena keberisikan" ucapku sambil meringis memegangi telingaku
"hehehe, mianhae Eunjung-ah.. Kaja" ucap Jiyeon sambil menarik tanganku.
"Ya! Pelan-pelaann" ucapku


---Chanyeol POV---

"Ne oppa, annyeong"
Aku sempat mematung mendengar kalimat itu.. Dia memanggilku oppa?! Tadi dia bilang dia tidak mau memanggilku oppa. Sebenarnya aku juga mendengarnya samar-samar karena dia mengucapkan itu dengan suara yang sangat kecil. Tapi tak tahu kenapa saat aku mendengar itu aku langsung tersenyum. Tak apa dia tidak mengucapkan kalimat itu di depanku, tapi buatku dia mau memanggilku seperti tadi itu sudah cukup..
'Eunjung-ah, saranghaeyo' ucapku dalam hati.

*****

Semenjak kejadian kemarin, Chanyeol dan Eunjung semakin dekat.. Mereka sudah seperti sahabat. Kemana-mana selalu berdua, kecuali ke kamar mandi tentunya._. Tapi Eunjung tetap tidak mau memanggil Chanyeol dengan sebutan 'Oppa', tapi Chanyeol tidak mempermasalahkannya. Baginya, selama Eunjung masih mau menjadi teman dekatnya ia sudah merasa senang.
"Kau hari ini ada latihan lagi?" tanya Eunjung
"Ne, wae? Kau mau melihat?"
"emm, boleh.. jam berapa?" tanya Eunjung sambil menyeruput minumannya.
"kira-kira jam 5an, mau ku jemput?" tanya Chanyeol
"dimana?"
"Kau kira dimana? di depan pagar tempat latihanku? ya di rumahmu lah" ucap Chanyeol sedikit tertawa.
"Bisa saja, kau kan orangnya tidak mau repot.. Oke, berarti jemput aku jam 4, Ah iya, aku boleh mengajak Jiyeon?" tanya Eunjung
"Jiyeon? Ohh temanmu yang cerewet itu? haha boleh saja asal dia tidak berisik saat latihan." canda Chanyeol
"haha ne arasseo, kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong~" ucap Eunjung sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
"Annyeong~ hati-hati Eunjung-ah" teriak Chanyeol
"Ne" jawab Eunjung

******

"Waahh Chanyeol oppa, kau menari dengan sangat baik! Daebak!" ucap Jiyeon dengan suara yang ceria.
"haha, gomawo Jiyeon-ah.. Kau hari minggu besok ada acara?" tanya Chanyeol kepada Eunjung
"Mwo? Oh, aku tidak ada acara apa-apa. Wae?"
"Emm, mau menemaniku pergi menonton?" tanya Chanyeol
"Ciee, yang mau kencan.. Kalian mengobrol lah dulu, aku tidak mau menjadi pengganggu.. haha annyeong~" ucap Jiyeon yang langsung pergi ke tempat teman-temannya Chanyeol
"Jiyeon-ah!" ucap Eunjung sambil mencoba mengejar Eunjung, tapi ia merasa ada yang menahan tangannya. Chanyeol.
"haha, sudah tak apa biarkan saja dia bersama mereka.. jadi kau mau tidak?" tanya Chanyeol
"emm baiklah.."
"oke ku jemput jam 10 oke?" ucap Chanyeol sambil mengerlingkan sebelah matanya
"Ya! genit sekali kau! oke" ucap Eunjung sambil memukul Chanyeol.
"haha mianhaeyo, kau lucu kalau sedang malu.. haha kaja." ucap Chanyeol sambil menarik tangan Eunjung.

*****

---Eunjung POV---

*TINTIIN*
Ku lihat sebuah motor hitam sudah berada di depan rumahku. Pasti itu Chanyeol oppa. Aku masih belum berani memanggilnya oppa karena aku malu, dulu aku terlihat sangat tidak ingin mengenalnya.. tapi setelah dia mengusap kepalaku pandanganku terhadap dia mulai berubah. Dia orangnya lucu, baik, dan perhatian terhadapku. Makanya ketika dia memintaku untuk menemaninya menonton film aku kaget bukan main.. Ya kaget sekaligus senang.. Untung Jiyeon tidak bertingkah macam-macam, jadi aku tidak terlalu malu..
"Eunjung-ah, kau sudah siap?" tanya Chanyeol oppa.
"Ne, kaja" ucapku sambil menaiki motor hitam milik Chanyeol oppa
"Pegangan yang erat." ucap Chanyeol oppa yang membuat jantungku kembali bekerja 2kali lebih cepat dari biasanya.
"Mwo?" tanyaku bingung. Jujur aku malu sekali saat itu.
"Pegangan yang erat Eunjung-ah" ucapnya, lalu tiba-tiba dia mengambil kedua tanganku dan di lingkarkannya di pinggangnya. Dengan posisi seperti ini membuatku gugup tak karuan, aku khawatir Chanyeol oppa bisa merasakan detak jantugku.
"Ne, kita pergi sekarang" ucapnya lalu dia mulai menjalankannya perlahan. Ku harap hari ini akan menjadi hari yang tak akan terlupakan olehku.

*****

---Chanyeol POV---

"Ne?" tanyanya bingung.
Aku bisa melihat dengan jelas kalau saat itu dia sedang gugup. Daridulu aku tau, dia sangat tidak pandai menyimpan perasaannya. Sebenarnya aku juga sangat gugup. Tapi aku berharap rencanaku hari ini bisa berjalan lancar.

"Kau ingin makan dulu atau langsung beli tiket?" tanyaku sesampainya disana
"Makan dulu yuk, aku sudah lapar" katanya
"Baiklah, ayo kita makan Kimbab yang disana" ucapku sambil memegang tangannya.
"Ne, kaja"

  *****
---Eunjung POV---

"Film nya seru sekali! Sekarang kita mau kemana?" tanyaku
"Eunjung-ah mianhae, aku harus pulang sekarang. Eomma-ku memintaku untuk menemaninya ke salon. Kau tak apa pulang sendiri?" tanya Chanyeol oppa, yang membuatku sedih.
'Yah, padahal aku masih ingin bersamamu oppa' batinku
"Oh ne, kau temani saja eomma-mu. Lagian aku masih harus ke toko buku dulu" ucapku sambil berusaha tersenyum
"Mianhae, neomu mianhae. Gudae, annyeong" ucap Chanyeol oppa
"Ne, annyeong"


"Sekarang aku harus kemana lagi?"
Jujur saja, sekarang aku mulai merasa bosan. Bayangkan saja, daritadi aku hanya seorang diri. Naik ke lantai 3, naik lagi ke lantai 4 lalu turun ke lantai 2. Begitulah..
"Ahh lelah sekali, aku istirahat dulu deh.."


"Eonnie"
Tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang memegang tanganku..
"Waeyo? Mana orangtuamu?" tanyaku bingung melihat ada seorang gadis kecil ini sendirian.
"Ini untuk eonnie," ucap gadis itu sambil memberikan sebuah balon berwarna biru kepadaku.
"I.. Ini dari siapa?" tanyaku.
Tapi percuma gadis itu sudah pergi entah kemana. Aku memperhatikan balon itu. Tiba-tiba...
"Eonnie"
Gadis berbeda mendatangiku, dan ia juga membawa sebuah balon berwarna biru untukku. Aku heran, sebenarnya ini dari siapa? Lalu ada lagi gadis kecil yang mendatangiku. Dan ia juga membawa sebuah balon berwarna biru untukku, tapi bedanya kali ini di balon yang berwarna biru itu terdapat surat yang terikat rapi dengan pita biru..

--Kalau kau penasaran, siapa orang yang memberikan balon-balon ini. Kau harus mengikuti seorang gadis yang akan datang kepadamu untuk memberikan balon biru untukmu, gadis itu memakai baju berwarna merah, dengan rambut lurus di gerai.--

 "Siapa ini?" tanyaku heran. Setelah ku baca surat itu, gadis-gadis kecil lain mulai datang sambil memberiku balon biru. Aku semakin bingung dan penasaran.
"Eonnie"
Aku menengok ke arah "Gadis Pengantar Balon" itu, Dia.. Dia memakai baju merah dan rambutnya tergerai, haruskah aku mengikutinya? pikirku. Lalu perlahan aku mulai mengikuti gadis itu, sampai akhirnya aku tiba di tempat parkir.
"Mwo ya? Apa benar disini?" tanyaku heran.
Mengapa tempat parkir? Aku berusaha memanggil siapa pun, tapi tak ada orang.. Aku sudah mulai kesal, saat aku ingin pulang tiba-tiba gadis-gadis kecil yang tadi memberiku balon datang dengan menggenggam balon biru. Lalu tatapanku terhenti pada seorang namja yang sudah sangat ku kenal..
Ya, dia Chanyeol... Dia tersenyum begitu lembut, membuatku tak tahan untuk menahan tangis. Air mataku pun mulai terjatuh. Lalu ku liat dia mengambil sebuah balon biru yang digengganggam oleh salah satu gadis kecil dan melangkah mendekatiku..
"Eunjung-ah mianhae kalau tadi aku membuatmu kesal karena aku harus meninggalkanmu.. Dan sekarang kau tahu bahwa aku sekarang berbohong padamu hehe. Tapi aku melakukan ini semua untukmu.. Aku pikir balon biru cocok untukmu, kau suka birukan? Hehe memang terlihat sedikit norak tapi semua ini ku lakukan untukmu.. Eunjung-ah saranghaeyo" ucap Chanyeol
Lalu dia menyerahkan balon biru yang terakhir untukku. Aku tak bisa menahan tangisku lebih lama lagi, aku sangat terkesan dengan semua yang dia lakukan untukku..
"Eunjung-ah kenapa kau menangis? Gwaenchanajyo? Uljima" katanya sambil menghapus air mataku.. Aku hanya bisa tersenyum melihat perilakunya.
"Mianhae karena tadi sudah membuatmu sendirian. Tapi kau tau? Aku melakukan semua ini untukmu, aku mulai menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.. Saat itu ku lihat kau seperti tidak ingin mengenalku karena aku menabrakmu, tapi sepertinya Tuhan tau maksudku. Jadi di hari berikutnya kita tabrakan lagi dan akhirnya aku bisa berkenalan dan dekat denganmu.. Aku sangat senang karena kau mau menjadi temanku.. Karena itu.. Saranghaeyo, jeongmal saranghae" ucap Chanyeol oppa, yang membuat aku harus menutup mulutku agar tangisku tidak meledak. Lalu dia memegang tanganku dan menarikku ke dalam pelukannya..
"Saranghaeyo Eunjung-ah" ucapnya pelan.
"Nado.. Saranghae oppa" ucapku pelan, sepertinya dia kaget karena setelah itu dia melepaskan pelukannya.
"Waeyo?" tanyaku heran
"Kau tadi bilang apa?" tanya Chanyeol oppa seakan tak percaya. Aku tertawa melihat tingkahnya.
"Nado saranghae oppa" ucapku sambil tersenyum kepadanya. aku bisa melihat dari wajahnya kalau dia senang sekali mendengar kalimat itu langsung dari bibirku. Dia menarikku ke dalam pelukannya lagi..
Malam ini.. Benar-benar malam yang sangat indah..

"Neo.. daritadi kau tidak berhenti tersenyum, apa kau merasa sangat bahagia?" tanyaku sambil tertawa melihatnya
"Sangat! Bagaimana tidak? Kau kan awalnya sangat membenciku, malah kau tidak mau memanggilku oppa! Tapi waktu kau bilang kau juga menyukaiku dan memanggilku oppa, beban di dadaku rasanya hilang semua," ucapnya dengan mimik muka yang membuatku tertawa.
"Oh iya, gadis-gadis kecil tadi.. Itu siapa?" tanyaku penasaran.
"Ooh, kalau gadis yang berbaju merah.. Yang ku suruh kau mengikutinya itu, dia sepupuku.. aku memintanya untuk menjalankan rencana ini.. Tapi karena aku tidak mempunyai banyak sepupu yeoja yang masih kecil, jadi ku suruh saja dia mengajak teman-teman sekelasnya.. Dengan bayaran aku harus mengajaknya ke tempat wisata setiap liburan datang." ucapnya sambil tetap mengayun-ayunkan tanganku.
"Mwo? Haha jadi pakai bayaran?" ucapku sambil tertawa
"Tapi, karena sekarang kau sudah jadi yeoja chingu-ku kau harus menemaniku untuk mengajaknya ke tempat wisata saat liburan nanti." ucapnya
"Ya! Mengapa aku harus ikut?" tanyaku kesal sambil melepaskan genggamannya.. Memang aku hanya bercanda, biar saja.. Lagian, mengapa aku harus ikut?
"Kau tidak ingat? Aku melakukan ini juga untukmu.. Jadi kau harus menurut" ucapnya sambil menarik tanganku cuek.
"Oke oke arasseo" ucapku
"Dan mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan 'oppa'" ucapnya yang membuatku kaget
"Mwo? Shireo!" ucapku sambil menjulurkan lidah untuk mengejeknya
"Tapi aku kan sekarang namja chingu mu.. Jadi kau harus memanggilku oppa!" ucapnya
"Memang kau sangat ingin di panggil 'oppa' olehku?" tanyaku dengan nada jenaka.
"Ne"
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanyaku sambil berjalan menjauhinya
"Kau harus mau Eunjung" ucapnya
"Aku tidak mau oppa! Kau jangan memaksaku" ucapku. Seakan sadar aku langsung menutup mulutku. Lalu dia dengan wajah senang bercampur kaget menghampiriku.
"Kau.. Kau tadi menyebutku oppa!" ucapnya senang
"Ani, aku tidak menyebutmu oppa!" ucapku sambil memalingkan wajah karena malu
"Aah jinjjayo?" godanya
"Ah oppa, diamlah jangan menggodaku terus" ucapku malu
"Haha, tuh sekarang kau menyebutku oppa lagi" ucap Chanyeol oppa senang
"Aniyo" ucapku malu. Lalu aku langsung lari meninggalkan Chanyeol oppa.
"Eunjung-ah kau mau kemana? Tunggu!" ucap Chanyeol oppa sambil tertawa.


"Ah lelah sekali, kita istirahat disini sebentar ya oppa" ucapku sambil duduk di sebuah bangku taman.
"Ne, aku juga lelah," ucap Chanyeol oppa..
Seketika suasana menjadi sepi.. Tiba-tiba aku mendengar Chayeol oppa menyanyi pelan.
"Sesangnamjadeul modu nalburowohe, noreul gajin nega jiltuna jukgennabwa.." Aku hanya bisa tersenyum melihatnya menyanyi sambil memandang bintang-bintang diatas.
"Suaramu bagus sekali oppa, aku tidak tahu kalau kau pandai menyanyi" ucapku padanya
"Haha gomawo, aku memang sedikit bisa menyanyi.." ucapnya.
Lalu tiba-tiba dia meraih tanganku dan menyanyikan sebuah lagu.
"I lost my mind, noreul choeummannasseultte neo hanappego modeun get in slow motion, nege marhaejwo ige sarangiramyon" ungkapnya. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya menyanyikan lagu itu untukku..
"Oppa, kau benar-benar menyukaiku?" tanyaku padanya.
Lalu ku rasakan genggamannya mengencang seakan meyakinkanku.
"Ne, niga neomu saranghae.. Hari ini, esok, dan selamanya" ucap Chanyeol oppa sambil tersenyum.
"Nado saranghae oppa" ucapku membalas senyumannya.


---TAMAT---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar