Jumat, 15 Juni 2012

Nado Saranghae Oppa (나도 사랑해 오빠) [FanFiction of Chanyeol EXO-K and Eunjung T-Ara]

Main Cast: -Ham Eunjung (T-Ara)      
                  -Park Chanyeol (EXO-K)
Supporting Cast: -Kim Jong In atau Kai (EXO-K)        
                            -Park Jiyeon (T-Ara)

FanFition galih yang pertama selesaaaiii :DD sebenernya selesainya sih udah lama._. tapi baru sempet ngepost hehe.. Mian kalo ceritanya sedikit gajelas terus pasaran._. maklum masih pemula.. dan ini cuma fiksi loh yaa~~


--Eunjung POV--

"BRRUUUKKK"
"Ah, mianhae.. Gwaenchanajyo?" Ku lihat seorang namja yang sedang mengulurkan tangannya.
"Ya! kau kalau jalan lihat-lihat, sakit tau!" omelku.
"Mian, aku tidak sengaja.. Namamu siapa?" tanya namja itu
'sudah menabrak masih berani nanya nama?' batinku sambil melihat sinis kearahnya.
"Waeyo? apa ada yang salah?" tanyanya heran.
"Ani, aku pergi" lalu aku segera pergi menuju kelas.
"Ya! kau belum memberitahu namamu!" teriak namja itu.
"Cih, siapa yang peduli" gumamku


---Chanyeol POV---

"Ya! kau belum memberitahu namamu!" teriakku. tapi dia tidak menjawab.
'siapa dia? neomu yeppeo' pikirku sambil tersenyum.
*TINTIIIN*
Tiba-tiba ada yang membunyikan klakson motor dari arah belakang, karena kaget sontak aku menengok ke belakang untuk melihat siapa itu.
"Chanyeol hyung!! daritadi kupanggil tapi hyung tidak menjawab.. Palli, kita ada latihan!" ucap Kai, teman satu dancer-ku
"Oh ne," aku langsung menaiki motornya dan dia langsung menancap gas..

*****

"Chanyeol, kau kenapa? tidak seperti biasanya kau tidak fokus seperti ini, ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Suho hyung dan membuyarkan lamunanku..
"Oh, wae hyung? kau bertanya apa tadi?" tanyaku bingung. aku melihat Suho hyung menggelangkan kepala.
"Tuh sekarang kau malah melamun, latihan yang fokus!" tegas Suho hyung.
"Ne, chaesung hamnida *bow*"


"Hyung, kau kenapa hari ini? biasanya kau yang paling fokus.. apa karena yeoja yang tadi hyung tabrak?" tanya Kai sehabis latihan.
"Mwo? Kenapa kau bisa tau?" ucapku gugup
"Nah, benarkan hyung memikirkan yeoja itu! lagian kenapa tadi tidak menanyakan namanya?"
"Yaa, bukan itu maksudku.. Kenapa kau bisa tau kalau aku menabrak seorang yeoja?"
"Ohh, kan tadi sudah ku bilang daritadi aku memanggil 'Chanyeol hyung!' tapi kau tidak menjawab karena ku lihat kau sedang bersama seorang yeoja.. tapi benarkan hyung sedang memikirkannya?"
"Berarti kau menguping? Ya! berani nya kau!" lalu aku mendaratkan sebuah pukulan kecil ke dada bidangnya Kai.
"Lagian siapa yang suruh dipanggil tidak menengok? itu bukan sepenuhnya salahku.. tapi aku mau tanya, kenapa hyung tidak mengejarnya dan menanyakan namanya?" tanya Kai.
"Kau itu terlalu dramatis Kai, sudahlah kita pulang saja aku capek," lalu aku menaiki sepeda motor Kai.
"Kau mau ikut apa tidak? Cepat! Atau aku tinggal!" suruhku
"Hyung! itu motorku! kenapa jadi kau yang mengambil alih! yasudah ayo pulang" Kai pun menaiki motor, segera aku tancap gas dan pulang.


---Eunjung POV---

"Eunjung-ah!!!" teriak seorang yeoja yang suaranya sudah sangat ku kenal.
"Mwo ya?! suaramu itu berisik sekali! ada apa?" tanyaku
"Coba ceritakan siapa namja yang menabrakmu tadi!"
"Darimana kau tahu?" tanyaku heran.
"Kau kan tadi ke kantin bersamaku! tapi kau malah meninggalkanku! lalu aku melihat kau di tabrak oleh seorang namja, siapa dia?" tanyanya.
"Mana ku tahu, memang aku gurunya?" kataku kesal
"Kenapa kau marah? Aahh jangan-jangaan,,,,"
"Jiyeon-ah, kau suka sekali membuat orang kesal!" geramku
"hahaha mianhaeyo, kau tidak perlu marah seperti itu Eunjung, aku hanya bercanda" ucap Jiyeon
"Kenapa kau tidak menanyakan namanya?" tanyanya kemudian
"Penting?" tanyaku
"Ne, dia itu tampan! apa kau tidak menyadarinya?" tanyanya yang ku jawab dengan gelengan kepala.
"Tidak" jawabku singkat
"Hhhh, yasudah terserah kau saja.. Tapi kalau kau bertemu dengannya lagi, tanyakan namanya! aku sangat penasaran!" mohon Jiyeon
"Kau ini, bukankah kau sudah punya pacar? yang di Busan kan?" tanyaku
"Dia bukan pacarku! sudah kau tanyakan saja namanya ya ya yaa??" pinta Jiyeon dengan wajah aegyo-nya
"Aahh ne ne ne, arasseo! kau mau pulang tidak? apa mau menginap di sekolah?" tanyaku sambil mengambil tas dan berjalan menuju pintu kelas
"Eunjung-ah tungguuu!!" dengan cepat Jiyeon menyambar tasnya dan berlari mengejar Eunjung.


---Chanyeol POV---

*BRUUUUKKK*
"Oh mianhae, neo..." ucapku kaget melihat seorang yeoja yang kemarin ku tabrak.
"Annyeong, kita bertemu lagi" ucapku sambil menyunggingkan senyum
"Tapi kenapa harus tabrakan sih, sakit tau!" ucap yeoja itu yang masih memegangi pundaknya yang ku tabrak.
"Miannatta, aku benar-benar tidak sengaja.. emm bagaimana kalau kau ku traktir di kantin sebagai permintaan maaf?" tawarku
"emm, boleh.. kaja" jawabnya menyetujui


"Kemarin kau belum memberitahu namamu, siapa namamu?" tanyaku saat kami sedang makan
"nyamnyam.. Namaku.. nyam emm Eun,,,,"
"Kau makan dulu baru berbicara, nanti tersedak"
"Oh mian, nan Eunjung. Ham Eunjung. Neo?" tanya Eunjung
"Nan Chanyeol, Park Chanyeol.. Kau lucu" ucapku yang membuatnya hampir tersedak
"Mwo?!"
"Kau makan pelan-pelan saja.. Kau lucu, biasanya yeoja yang sedang bersama namja tampan sepertiku ini, selalu menjaga sikapnya dengan baik, tapi kau tidak." ucapku narsis
"Ya! Yakin sekali kau.. Jadi maksudmu aku bukan yeoja?" tanya Eunjung tajam (?)
"Hahaha, bukan aku yang bilang" tawa Chanyeol
"Jangan tertawa! tidak ada yang lucu!" ucap Eunjung yang sibuk lagi dengan makanannya
"Haha arasseo, oh iya kau kelas berapa?" tanyaku.
"Aku kelas 1, kau juga kan?" tanya Eunjung
"kau kelas 1? berarti aku sunbae mu! jadi kau harus memanggilku oppa" ucapku yang membuatnya  kaget.
"memang kau kelas berapa?"
"dua"
"Tidak mau" kata Eunjung singkat yang membuatku bingung
"Mwo? Apanya yang tidak mau?" tanyaku bingung
"Memanggilmu oppa" ucap Eunjung yang masih sibuk dengan makanannya
"Waeyo?"
"Memangnya kau ingin sekali di panggil oppa olehku?" ucap Eunjung yang dibalas dengan anggukan kepala ditambah wajah aegyo-ku
"Kau tidak bisa ya hanya sedetik saja tidak melakukan aegyo?" tanyanya sambil tersenyum.
'dia manis kalau sedang tersenyum' pikirku.
"Neo.. kenapa senyum-senyum seperti itu? Firasatku jadi tidak enak" ucapnya yang membuatku gemas. Lalu aku mengusap kepalanya. Aku bisa melihat dia kaget atas apa yang tadi aku lakukan, tapi kemudian dia kembali lagi seperti Eunjung (?)
"Ya! Lihat rambutku jadi berantakan" ucapnya kesal sambil mencoba mendorong tubuhku.
"Hahaha kau lucu kalau sedang marah" aku tertawa melihat Eunjung kesal.
"Ah aku telat! Mianhae Eunjung-ah, aku harus latihan sekarang. kau makan sendiri tidak apa-apa kan? Tenang saja, makanannya sudah kubayar tadi.. Aku pergi dulu, annyeong" ucapku sambil beranjak dari tempat duduk dan menuju tempat parkir.
"Ne oppa, annyeong"


---Eunjung POV---

"Ne oppa, annyeong" ucapku pelan sambil tersenyum kecil melihat ia mulai berjalan menuju tempat parkir. 
'dia tidak akan mendengar' ucapku dalam hati. Aku tidak tau kenapa waktu Chanyeol oppa mengusap kepalaku, aku merasa jantungku bekerja 2kali lebih cepat dari biasanya. Aku yakin saat itu Chanyeol oppa melihat wajah kagetku, lalu aku langsung menyembunyikan wajah kagetku dengan bersikap seperti biasa.
'ahh jinjja, kenapa aku ini?' umpatku dalam hati.
"Eunjung-ah!" ucap Jiyeon yang membuatku sadar dari lamunanku.
"Jiyeon-ah, bisa tidak kau berbicara pelan-pelan saja.. Aku tidak ingin ahjumma yang menjaga kantin memanggil satpam karena keberisikan" ucapku sambil meringis memegangi telingaku
"hehehe, mianhae Eunjung-ah.. Kaja" ucap Jiyeon sambil menarik tanganku.
"Ya! Pelan-pelaann" ucapku


---Chanyeol POV---

"Ne oppa, annyeong"
Aku sempat mematung mendengar kalimat itu.. Dia memanggilku oppa?! Tadi dia bilang dia tidak mau memanggilku oppa. Sebenarnya aku juga mendengarnya samar-samar karena dia mengucapkan itu dengan suara yang sangat kecil. Tapi tak tahu kenapa saat aku mendengar itu aku langsung tersenyum. Tak apa dia tidak mengucapkan kalimat itu di depanku, tapi buatku dia mau memanggilku seperti tadi itu sudah cukup..
'Eunjung-ah, saranghaeyo' ucapku dalam hati.

*****

Semenjak kejadian kemarin, Chanyeol dan Eunjung semakin dekat.. Mereka sudah seperti sahabat. Kemana-mana selalu berdua, kecuali ke kamar mandi tentunya._. Tapi Eunjung tetap tidak mau memanggil Chanyeol dengan sebutan 'Oppa', tapi Chanyeol tidak mempermasalahkannya. Baginya, selama Eunjung masih mau menjadi teman dekatnya ia sudah merasa senang.
"Kau hari ini ada latihan lagi?" tanya Eunjung
"Ne, wae? Kau mau melihat?"
"emm, boleh.. jam berapa?" tanya Eunjung sambil menyeruput minumannya.
"kira-kira jam 5an, mau ku jemput?" tanya Chanyeol
"dimana?"
"Kau kira dimana? di depan pagar tempat latihanku? ya di rumahmu lah" ucap Chanyeol sedikit tertawa.
"Bisa saja, kau kan orangnya tidak mau repot.. Oke, berarti jemput aku jam 4, Ah iya, aku boleh mengajak Jiyeon?" tanya Eunjung
"Jiyeon? Ohh temanmu yang cerewet itu? haha boleh saja asal dia tidak berisik saat latihan." canda Chanyeol
"haha ne arasseo, kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong~" ucap Eunjung sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
"Annyeong~ hati-hati Eunjung-ah" teriak Chanyeol
"Ne" jawab Eunjung

******

"Waahh Chanyeol oppa, kau menari dengan sangat baik! Daebak!" ucap Jiyeon dengan suara yang ceria.
"haha, gomawo Jiyeon-ah.. Kau hari minggu besok ada acara?" tanya Chanyeol kepada Eunjung
"Mwo? Oh, aku tidak ada acara apa-apa. Wae?"
"Emm, mau menemaniku pergi menonton?" tanya Chanyeol
"Ciee, yang mau kencan.. Kalian mengobrol lah dulu, aku tidak mau menjadi pengganggu.. haha annyeong~" ucap Jiyeon yang langsung pergi ke tempat teman-temannya Chanyeol
"Jiyeon-ah!" ucap Eunjung sambil mencoba mengejar Eunjung, tapi ia merasa ada yang menahan tangannya. Chanyeol.
"haha, sudah tak apa biarkan saja dia bersama mereka.. jadi kau mau tidak?" tanya Chanyeol
"emm baiklah.."
"oke ku jemput jam 10 oke?" ucap Chanyeol sambil mengerlingkan sebelah matanya
"Ya! genit sekali kau! oke" ucap Eunjung sambil memukul Chanyeol.
"haha mianhaeyo, kau lucu kalau sedang malu.. haha kaja." ucap Chanyeol sambil menarik tangan Eunjung.

*****

---Eunjung POV---

*TINTIIN*
Ku lihat sebuah motor hitam sudah berada di depan rumahku. Pasti itu Chanyeol oppa. Aku masih belum berani memanggilnya oppa karena aku malu, dulu aku terlihat sangat tidak ingin mengenalnya.. tapi setelah dia mengusap kepalaku pandanganku terhadap dia mulai berubah. Dia orangnya lucu, baik, dan perhatian terhadapku. Makanya ketika dia memintaku untuk menemaninya menonton film aku kaget bukan main.. Ya kaget sekaligus senang.. Untung Jiyeon tidak bertingkah macam-macam, jadi aku tidak terlalu malu..
"Eunjung-ah, kau sudah siap?" tanya Chanyeol oppa.
"Ne, kaja" ucapku sambil menaiki motor hitam milik Chanyeol oppa
"Pegangan yang erat." ucap Chanyeol oppa yang membuat jantungku kembali bekerja 2kali lebih cepat dari biasanya.
"Mwo?" tanyaku bingung. Jujur aku malu sekali saat itu.
"Pegangan yang erat Eunjung-ah" ucapnya, lalu tiba-tiba dia mengambil kedua tanganku dan di lingkarkannya di pinggangnya. Dengan posisi seperti ini membuatku gugup tak karuan, aku khawatir Chanyeol oppa bisa merasakan detak jantugku.
"Ne, kita pergi sekarang" ucapnya lalu dia mulai menjalankannya perlahan. Ku harap hari ini akan menjadi hari yang tak akan terlupakan olehku.

*****

---Chanyeol POV---

"Ne?" tanyanya bingung.
Aku bisa melihat dengan jelas kalau saat itu dia sedang gugup. Daridulu aku tau, dia sangat tidak pandai menyimpan perasaannya. Sebenarnya aku juga sangat gugup. Tapi aku berharap rencanaku hari ini bisa berjalan lancar.

"Kau ingin makan dulu atau langsung beli tiket?" tanyaku sesampainya disana
"Makan dulu yuk, aku sudah lapar" katanya
"Baiklah, ayo kita makan Kimbab yang disana" ucapku sambil memegang tangannya.
"Ne, kaja"

  *****
---Eunjung POV---

"Film nya seru sekali! Sekarang kita mau kemana?" tanyaku
"Eunjung-ah mianhae, aku harus pulang sekarang. Eomma-ku memintaku untuk menemaninya ke salon. Kau tak apa pulang sendiri?" tanya Chanyeol oppa, yang membuatku sedih.
'Yah, padahal aku masih ingin bersamamu oppa' batinku
"Oh ne, kau temani saja eomma-mu. Lagian aku masih harus ke toko buku dulu" ucapku sambil berusaha tersenyum
"Mianhae, neomu mianhae. Gudae, annyeong" ucap Chanyeol oppa
"Ne, annyeong"


"Sekarang aku harus kemana lagi?"
Jujur saja, sekarang aku mulai merasa bosan. Bayangkan saja, daritadi aku hanya seorang diri. Naik ke lantai 3, naik lagi ke lantai 4 lalu turun ke lantai 2. Begitulah..
"Ahh lelah sekali, aku istirahat dulu deh.."


"Eonnie"
Tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang memegang tanganku..
"Waeyo? Mana orangtuamu?" tanyaku bingung melihat ada seorang gadis kecil ini sendirian.
"Ini untuk eonnie," ucap gadis itu sambil memberikan sebuah balon berwarna biru kepadaku.
"I.. Ini dari siapa?" tanyaku.
Tapi percuma gadis itu sudah pergi entah kemana. Aku memperhatikan balon itu. Tiba-tiba...
"Eonnie"
Gadis berbeda mendatangiku, dan ia juga membawa sebuah balon berwarna biru untukku. Aku heran, sebenarnya ini dari siapa? Lalu ada lagi gadis kecil yang mendatangiku. Dan ia juga membawa sebuah balon berwarna biru untukku, tapi bedanya kali ini di balon yang berwarna biru itu terdapat surat yang terikat rapi dengan pita biru..

--Kalau kau penasaran, siapa orang yang memberikan balon-balon ini. Kau harus mengikuti seorang gadis yang akan datang kepadamu untuk memberikan balon biru untukmu, gadis itu memakai baju berwarna merah, dengan rambut lurus di gerai.--

 "Siapa ini?" tanyaku heran. Setelah ku baca surat itu, gadis-gadis kecil lain mulai datang sambil memberiku balon biru. Aku semakin bingung dan penasaran.
"Eonnie"
Aku menengok ke arah "Gadis Pengantar Balon" itu, Dia.. Dia memakai baju merah dan rambutnya tergerai, haruskah aku mengikutinya? pikirku. Lalu perlahan aku mulai mengikuti gadis itu, sampai akhirnya aku tiba di tempat parkir.
"Mwo ya? Apa benar disini?" tanyaku heran.
Mengapa tempat parkir? Aku berusaha memanggil siapa pun, tapi tak ada orang.. Aku sudah mulai kesal, saat aku ingin pulang tiba-tiba gadis-gadis kecil yang tadi memberiku balon datang dengan menggenggam balon biru. Lalu tatapanku terhenti pada seorang namja yang sudah sangat ku kenal..
Ya, dia Chanyeol... Dia tersenyum begitu lembut, membuatku tak tahan untuk menahan tangis. Air mataku pun mulai terjatuh. Lalu ku liat dia mengambil sebuah balon biru yang digengganggam oleh salah satu gadis kecil dan melangkah mendekatiku..
"Eunjung-ah mianhae kalau tadi aku membuatmu kesal karena aku harus meninggalkanmu.. Dan sekarang kau tahu bahwa aku sekarang berbohong padamu hehe. Tapi aku melakukan ini semua untukmu.. Aku pikir balon biru cocok untukmu, kau suka birukan? Hehe memang terlihat sedikit norak tapi semua ini ku lakukan untukmu.. Eunjung-ah saranghaeyo" ucap Chanyeol
Lalu dia menyerahkan balon biru yang terakhir untukku. Aku tak bisa menahan tangisku lebih lama lagi, aku sangat terkesan dengan semua yang dia lakukan untukku..
"Eunjung-ah kenapa kau menangis? Gwaenchanajyo? Uljima" katanya sambil menghapus air mataku.. Aku hanya bisa tersenyum melihat perilakunya.
"Mianhae karena tadi sudah membuatmu sendirian. Tapi kau tau? Aku melakukan semua ini untukmu, aku mulai menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.. Saat itu ku lihat kau seperti tidak ingin mengenalku karena aku menabrakmu, tapi sepertinya Tuhan tau maksudku. Jadi di hari berikutnya kita tabrakan lagi dan akhirnya aku bisa berkenalan dan dekat denganmu.. Aku sangat senang karena kau mau menjadi temanku.. Karena itu.. Saranghaeyo, jeongmal saranghae" ucap Chanyeol oppa, yang membuat aku harus menutup mulutku agar tangisku tidak meledak. Lalu dia memegang tanganku dan menarikku ke dalam pelukannya..
"Saranghaeyo Eunjung-ah" ucapnya pelan.
"Nado.. Saranghae oppa" ucapku pelan, sepertinya dia kaget karena setelah itu dia melepaskan pelukannya.
"Waeyo?" tanyaku heran
"Kau tadi bilang apa?" tanya Chanyeol oppa seakan tak percaya. Aku tertawa melihat tingkahnya.
"Nado saranghae oppa" ucapku sambil tersenyum kepadanya. aku bisa melihat dari wajahnya kalau dia senang sekali mendengar kalimat itu langsung dari bibirku. Dia menarikku ke dalam pelukannya lagi..
Malam ini.. Benar-benar malam yang sangat indah..

"Neo.. daritadi kau tidak berhenti tersenyum, apa kau merasa sangat bahagia?" tanyaku sambil tertawa melihatnya
"Sangat! Bagaimana tidak? Kau kan awalnya sangat membenciku, malah kau tidak mau memanggilku oppa! Tapi waktu kau bilang kau juga menyukaiku dan memanggilku oppa, beban di dadaku rasanya hilang semua," ucapnya dengan mimik muka yang membuatku tertawa.
"Oh iya, gadis-gadis kecil tadi.. Itu siapa?" tanyaku penasaran.
"Ooh, kalau gadis yang berbaju merah.. Yang ku suruh kau mengikutinya itu, dia sepupuku.. aku memintanya untuk menjalankan rencana ini.. Tapi karena aku tidak mempunyai banyak sepupu yeoja yang masih kecil, jadi ku suruh saja dia mengajak teman-teman sekelasnya.. Dengan bayaran aku harus mengajaknya ke tempat wisata setiap liburan datang." ucapnya sambil tetap mengayun-ayunkan tanganku.
"Mwo? Haha jadi pakai bayaran?" ucapku sambil tertawa
"Tapi, karena sekarang kau sudah jadi yeoja chingu-ku kau harus menemaniku untuk mengajaknya ke tempat wisata saat liburan nanti." ucapnya
"Ya! Mengapa aku harus ikut?" tanyaku kesal sambil melepaskan genggamannya.. Memang aku hanya bercanda, biar saja.. Lagian, mengapa aku harus ikut?
"Kau tidak ingat? Aku melakukan ini juga untukmu.. Jadi kau harus menurut" ucapnya sambil menarik tanganku cuek.
"Oke oke arasseo" ucapku
"Dan mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan 'oppa'" ucapnya yang membuatku kaget
"Mwo? Shireo!" ucapku sambil menjulurkan lidah untuk mengejeknya
"Tapi aku kan sekarang namja chingu mu.. Jadi kau harus memanggilku oppa!" ucapnya
"Memang kau sangat ingin di panggil 'oppa' olehku?" tanyaku dengan nada jenaka.
"Ne"
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanyaku sambil berjalan menjauhinya
"Kau harus mau Eunjung" ucapnya
"Aku tidak mau oppa! Kau jangan memaksaku" ucapku. Seakan sadar aku langsung menutup mulutku. Lalu dia dengan wajah senang bercampur kaget menghampiriku.
"Kau.. Kau tadi menyebutku oppa!" ucapnya senang
"Ani, aku tidak menyebutmu oppa!" ucapku sambil memalingkan wajah karena malu
"Aah jinjjayo?" godanya
"Ah oppa, diamlah jangan menggodaku terus" ucapku malu
"Haha, tuh sekarang kau menyebutku oppa lagi" ucap Chanyeol oppa senang
"Aniyo" ucapku malu. Lalu aku langsung lari meninggalkan Chanyeol oppa.
"Eunjung-ah kau mau kemana? Tunggu!" ucap Chanyeol oppa sambil tertawa.


"Ah lelah sekali, kita istirahat disini sebentar ya oppa" ucapku sambil duduk di sebuah bangku taman.
"Ne, aku juga lelah," ucap Chanyeol oppa..
Seketika suasana menjadi sepi.. Tiba-tiba aku mendengar Chayeol oppa menyanyi pelan.
"Sesangnamjadeul modu nalburowohe, noreul gajin nega jiltuna jukgennabwa.." Aku hanya bisa tersenyum melihatnya menyanyi sambil memandang bintang-bintang diatas.
"Suaramu bagus sekali oppa, aku tidak tahu kalau kau pandai menyanyi" ucapku padanya
"Haha gomawo, aku memang sedikit bisa menyanyi.." ucapnya.
Lalu tiba-tiba dia meraih tanganku dan menyanyikan sebuah lagu.
"I lost my mind, noreul choeummannasseultte neo hanappego modeun get in slow motion, nege marhaejwo ige sarangiramyon" ungkapnya. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya menyanyikan lagu itu untukku..
"Oppa, kau benar-benar menyukaiku?" tanyaku padanya.
Lalu ku rasakan genggamannya mengencang seakan meyakinkanku.
"Ne, niga neomu saranghae.. Hari ini, esok, dan selamanya" ucap Chanyeol oppa sambil tersenyum.
"Nado saranghae oppa" ucapku membalas senyumannya.


---TAMAT---

Jumat, 02 Maret 2012

Mimpii :DD

liburan kali ini kami semua akan mengunjungi negara tetangga yaitu singapura.. singapura kota yang indah dengan tatanan kota yang rapih dan bersih tidak seperti jakarta.. menjejakkan kaki di negara ini suatu kebanggan tersendiri bagi kami (kecuali anak yg sudah pernah kesini) aku bersama nisa dan icha dibolehkan untuk berkeliling melihat-lihat.

"enak ya disini, udaranya bersih ga kayak jakarta sumpek" ucap icha
"iya bener, bersih lagi" sambung nisa.

setelah berkeliling cukup lama tiba-tiba kami bertemu dengan 3 orang laki-laki. 1 diantaranya dekat denganku namanya (sebenernya lupa) anggap saja dicky, 1 orang yang namanya arief dekat dengan icha, dan 1 nya lagi yang namanya adi (sebenernya lupa) dekat dengan nisa, kita lama-kelamaan semakin dekat lalu tiba-tiba muncul rasa itu, rasa yang unik seperti menggelitik yang menyebabkan kita untuk selalu tersenyum. ya cinta. tapi anehnya aku tidak suka dengan dicky, tapi malah arief teman dekatnya icha, yaa aku juga gak tau pasti alasannya kenapa, karena tiba-tiba rasa itu muncul.. dan sepertinya juga adi mulai menyukai nisa.. nah ini yang buat aku dan icha khawatir setengah mati. nisa itu kan paling kecil diantara kami (ceritanya) gimana kalau dia disakitin? gimana kalau dia ditinggalin gitu aja? ooo tidabisaa itu tidak boleh terjadi. sama sekali tidak! (kok lebay ya-__-)

hari minggu, aku icha dan nisa memutuskan untuk berbelanja ke super market buat beli beberapa bahan makanan yang habis, aku sama icha sudah waspada dari penginapan jangan sampei bertemu dengan ketiga laki-laki itu karena temapt kerhja mereka dekat dengan super market itu. dan benar saja, ketika masuk aku langsung melihat seorang laki-laki yang sedang mencari bahan makanan.

"yah elah, bener kan ada si adi?! pokoknya kita harus jagain nisa, jangan sampe ketemu sama dia" kataku
"siip gal" sahut icha.
"yuk nisa" kataku dan icha
ketika kami melihat ke belakang ternyata nisa sudah menghilang.
"cha, si nisa manaa??" tanyaku panik
"gatau nih, jangan-jangaaann...."
"hush, jangan gitu ah, kalo beneran gimana? udah yuk cari nisa aja."
"yuk, eh eh gal, tu nisa ya? alhamdulillah adaa.. eh gal tapiii" potong icha
"tapi apa? (nengok ke arah pandangan icha) mampuuusss!!! gimana nih? kok dibelakangnya adi sih? yuk ah buru" kataku sambil menarik tangan icha.
"ehh ehh sakit gaal"
(berlari menuju nisa)
"nis ayo pulang, makanan udah dapet nih," kata icha sambil menarik tangan nisa.
"loh kok udah? kan makanannya ada disini, nih aku lagi cariin" kata nisa
"udah katanya si aurin ternyata yang ini masih ada, yuk pulang yuk" kataku
"ohh gitu, ayo deh"akhirnya nisa mengalah.

tapi belum selesai, hari itu setelah bayar di kasir, ketika aku icha dan nisa lagi asik-asiknya jalan sambil bercanda kita di kejutkan oleh ketiga laki-laki itu (adi, arief dan dicky) sambil masing masing membawa barang, adi yang berada di depan nisa berdiri dengan senyuman khasnya dengan membawa chitato, arief dengan gaya cool nya berdiri di depan icha dengan membawa (lupa sebenernya) coklat, dan dicky yang berdiri di depanku dengan senyuman yang begitu menyejukkan berdiri dengan menggenggam beberapa permen yang ku suka.

"MAU?" ucap mereka kompak. 

entah itu mereka sudah latihan sebelumnya atau apa, tapi mereka begitu kompak. segera aku nisa dan icha menghampiri mereka, entah kenapa saat ini, berdiri di depan dicky sudah membuat jantungku tak karuan, aku mengambil permen yang ada di tangannya, lalu memeluknya dan mengucapkan terima kasih. mungkin sejak saat itu aku mulai merasa aku mencintainya. aku merasakan dia tersenyum. lalu tibatiba ada suara seorang wanita yang memanggil namanya.

"Dicky"
"eh iya bu?"
"ayo cepat, sebentar giliranmu tampil" kata ibu itu.
"iya bu"

lalu tiba-tiba dia menatapku.
"ayo, kamu juga ikut, kamu harus mendukungku karena ini penampilan pertamaku" katanya sambil menggenggam tanganku.
"iyaa" kataku sambil tersenyum kepadanya, sontak itu menarikku dan dengan susah payah aku mengikuti langkahnya yang besar itu. sesampainya disana.....
"nanti kamu harus dukung aku ya" kata dia dengan senyuman yang membuatku luluh
"haha pastilaah" ujarku sambil tertawa
"mana kata-kata penyemangatnya?"
"semangat! semangaat semangaat" ucapku sambil memeragakan gaya yang aneh.
"hahaha" dia tertawa, 
ya Tuhan aku ingin detik ini saja engkau menghentikkan waktu, suara tawanya itu telah menyadarkanku, betapa berharganya dia dimataku. tiba-tiba aku ingat awal-awal pertemuan dengannya, ya di negara ini, Singapura. lalu teringat ketika pertama bertemu aku mulai menykai arief dan bukan dia, teringat juga ketika arief memeluk icha dan aku merasa cemburu.

'enak ya jadi icha dipeluk sama poconggg" kataku
'hah? poconggg?" katanya sambil menunjukkan raut muka bingung
'iya si arief kan poconggg, kamu gatau?" tanyaku heran
"jadi arief itu poconggg?" tanyanya kaget. aku mengutuk diriku sendiri di dalam hati, bodoh bodoh bodooh kenapa aku bisa keceplosan seperti ini. tapi bagaimana bisa? dia kan temannya, bodooohh..
aku terhantak karena mendapat sentuhan di tanganku, ternyata dicky sedang mencoba memberhentikkan gerakkan bodohku (memukul-mukul kepala).
"udah, gausah mengutuk diri sendiri, aku juga sebenernya udah curiga kok kalo arief itu poconggg.. hmm, kamu suka sama arief?" tanyanya to the point
'eh, eeengg enggak kok" ucapku gugup
"berarti kamu ga seneng tadi dipeluk aku?" tanya nya lagi.
"eh, bukan gitu juga" kataku semakin gugup.
'sini" tiba-tiba dia memegang tanganku dan menarik tubuhku masuk ke dalam pelukannya, aku kaget mendapat perlakuan seperti itu, tapi kemudian aku tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, aku sangat sadar sekarang seberartinya dia dalam mataku.
"gimana? masih gaseneng dipeluk aku?" tanyanya. aku hanya bisa menggelengkan kepala yang berarti jawabannya tidak.
"masih cemburu kalo arief meluk icha?" tanyanya lagi. aku menggelengkan kepala lagi. ya Tuhan dia sangat baik padaku. dia melepaskan pelukannya
'yasudah kalo gitu sekarang aku harus tampil, kau harus mendukungku!" katanya. 

aku hanya bisa tersenyum sambil menahan air mata. dia pun masuk dan tampil dengan menawan, lalu ku lihat mulai berdatangan teman-teman 9D, lalu aku mengikuti nanda dan nafila ke dalam, sewaktu istirahat aku melihat ada adi (teman dekat nisa) sedang mengambil permen yang di berikan oleh panitia, setelah mengambil kulihat dia sedang mengamati seseorang, aku menoleh ke arah pandangannya, ya ampun! ternyata nanda!! aku cepat-cepat menghampiri mereka.

"nan, mau permen?" tawar adi sambil tersenyum manis.
"eh?" kata nanda bingung.

dengan segera aku langsung duduk di tengah-tengah mereka yang bangkunya kosong, lalu aku memutar tubuhku dan mengahdap ke adi. aku menutup tangannya yang masih memegang permen.
"kasih permen ini ke orang yang tepat," kataku sambil tersenyum. lalu dia menatapku bingung, tapi tidak lama dia tersenyum seakan mengerti maksud dari perkataanku tadi. aku pun pergi meninggalkan bangku itu ketika aku di kejutkan dengan perkataan adi.

"nan, maaf ya permen ini udah milik chika," katanya sambil menggenggam permen yang hendak diberikan ke nanda. sontak aku kaget dan menoleh ke adi dan memberikan tatapan 'apa maksudmu? chika?' dan seperti bertelepati dia menjawab tatapanku dengan senyuman yang seolah berkata 'iya, itu chika' dan langsung saja mulutku membentuk huruf O dan mengerti maksud dari tatapannya itu, dan langsung aku pergi meninggalkan tempat itu, ketika menuju pintu keluar aku bertanya dalam hati. "oh ternyata chika, ku kira nisa, beruntung sekali, dimana chika?" lalu mataku pun mulai menyapu sekeliling mencari chika, sontak aku pun tersenyum ketika melihat chika ternyata duduk di samping adi, bagaimana aku bisa tidak melihatnya...




SELESAAAAAAAAAAAAIIIIIIII mimpinya abiiiissssss, padahal seru banget ituu ehh kebanguun, hehe

maap yaa kalo kebanyakan tiba-tibanya, pokoknya ini tuh beneran mimpi galih waktu kemaren malem, novel banget yah-__- tapi namanya itu yang bener cuma arief poconggg yaa yang lainnya ngasal soalnya lupaa :DD  tapi semuanya dari tempat, alurnya, kata-katanya itu semua bener :D oke gamsahamnidaa terima kasiihh :DD

Rabu, 28 Desember 2011

Boyfriend - Don't Touch My Girl

haloo~ sudah lama tak berposting ria (?) sekarang pengen ngepost lirik lagunya Boyfriend - Don't Touch My Girl :)) lagunya enak banget, liriknya juga nyentuh :) enak bangetlah pokoknya :D yuk marii langsung aja yaa :))





ROMANIZATION


You’re my lady


You’re my lady


You’re my lady… with you



Jakeunge mwo eottae jjalbeumyeon eottae


gwaenchanha gwaenchanha kkotbodeon neoya


Yeppeuda yeppeuda namdeul boda soknunsseopdo gilgo ttongbaedo gwiyeowo


Yeppeuda hani yeppeo jyeottnabwa gwaenchanhda hani baram nattnabwa


Dagaanya Ha! Kkeutnange anya Ha! Heeojin ge aniya


Hey yo, Andwineunge ddak hanaitseo mot chamneunge ddak hanaitseo


Neojanha aljanha tumyeonghan nae yeoja sondaejima


Naman naman naman bodeon your eyes 


soknunsseope ppajyeo beorin your man


Oneungil aljanha na yeogi itseo


(You’re my lady) Tic Toc Uriee siganeun meomchu go go go (you’re my lady)


Talk talk danhanmadimandeodeo (you’re my lady… with you) wonrae eopsdeon


Geotcheoreom gwaenchanheun geotcheoreom geureohge nan ji nael su eopseo


No No no




Utginda hani jangnan chinabwa jalhanda hani nolraekinabwa


Jaemi eopseo Ha! Gamdungdo eopseo Ha! Ireoneun geo aniya


Hey yo, Andwineunge ddak hanaitseo mot chamneunge ddak hanaitseo


Neojanha aljanha tumyeonghan nae yeoja sondaejima


Naman naman naman bodeon your eyes


soknunsseope ppajyeo beorin your man


Oneungil aljanha na yeogi itseo

Nege ippeun geojitmandeulman neul eonwattdeoni

Geojitman cheoreom nan sarajyeottjanha (You are my girl)

Geuriume tto harureul jikye niga uneun geu nalkkaji beoteo

Pyeonhi oge haejugosipeo


Hey yo, Byeol il eoptneun cheokhago itseo


byeonham eoptneun cheok hagoitseo


Olgeora mitjanha nugudo nae yeoja sondaejima


Naman naman naman bodeon your eyes


soknunsseope ppajyeo beorin your man


Oneulgil aljanha na yeogi itseo




She’s a liar An tteonanda haettjanhayo johattdeon geotdeulman nan Gieoknayo waeyo


Geudaen eodin gayo nan yeogi ittjanhayo tteonajimayo eotteohge haeya Salsuittnayo


Gajimayo nal apeuge hajimayo gaseumiapawa beotil sugaeoptjanhayo


Geojitmal irago jangnan ieottdago ppalli malhaeyo… Jebal…

ENGLISH TRANSLATION
You’re my lady


You’re my lady


You’re my lady with you




What’s wrong with being small, what’s wrong with being short


It’s okay, it’s okay, It’s you over flowers


You’re pretty, pretty, than others


You have long eyelashes and you’re belly is cute




Cause I said you’re pretty, I really think you got pretty


Cause I said it’s okay, I really think you’re cheating on me


That’s not it, ha


that’s not the end, ha


W’e’re not over
Hey yo, there’s one thing that is not okay


There’s one thing I cannot tolerate


It’s you, you know it,


don’t touch my girl who is pure


Your eyes that only looked at me


Your man who fell for your eyelashes


You know the way back, I’m right here




(You’re My Lady)


Tic toc, our time has stopped


(You’re My Lady)


Talk talk, one more word


(You’re My Lady… with you)


As if it never existed


As if it’s okay


I can’t live like that, no no no


Cause I said it’s funny, I think you’re playing


Cause I said you’re really good at it,


I think you’re gonna surprise me


It’s not fun ha,


not impressive ha


You shouldn’t do this


Hey yo, there’s one thing that is not okay


There’s one thing I cannot tolerate


It’s you, you know it,


don’t touch my girl who is pure


Your eyes that only looked at me


Your man who fell for your eyelashes


You know the way back, I’m right here


I told you pretty lies


and now you disappeared like a lie (You are my girl)


I keep up today with my longing for you


I’m going to last till the day you come


I want you to come back easily


Hey yo, act like there’s nothing big going on


Act like you haven’t changed


You know you’re gonna come back


Don’t touch my girl


Your eyes that only looked at me


Your man who fell for your eyelashes


You know the way back, I’m right here


She’s a liar, you said you weren’t gonna leave


Why do I only remember the good memories?


Where are you? I’m right here


Don’t leave


What should I do to live?


Don’t leave, don’t make me suffer in pain


My heart aches, I can’t endure this


Please tell me now that it was a lie, a joke


_________________________________________________________________________________

Wow! Nggak nyangka banget liriknya sedalam ini. Waktu pertama kali liat teaser MV udah nebak kalau ini MV bakal jadi HEBAT! Dan waktu MV nya keluar, I said, They are great! Daebak! Dan setelah menemukan arti dari lagu ini. Dont touch my girl, gue langsung jatuh hati sama lagu ini.
Kalian bisa dengar dari line pertamanya aja udah keliatan kalau lagu ini manis banget. You are my lady. Guys, boyfriend nggak sekedar menganggap cewe sebagai seorang ‘girl’, tapi mereka menempatkan yeoja sebagai seorang LADY. Dari tingkatan kata, LADY itu adalah tingkat penghargaan dan penghormatan tertinggi bagi wanita. I touched by it. Lady itu artinya wanita terhormat kan?
Dan baris-baris setelahnya benar-benar bikin melting.
What’s wrong with being small, what’s wrong with being short
It’s okay, it’s okay, It’s you over flowers
You’re pretty, pretty, than others
You have long eyelashes and you’re belly is cute
Mereka menghargai seorang wanita, mereka mencintai yeoja itu dengan segala kekurangannya. Entah yeoja itu kecil dan pendek, yeoja itu tetep cantik, secantik bunga yang sedang mekar.
Seterusnya, aku nggak nangkap maksudnya apa. Dari judulnya aku pikir ini adalah seorang cowo yang nggak ingin cowo lain menyentuh cewenya. Tapi setelah kubaca lagi, kayaknya maksudnya itu, si cowo nggak ingin cewenya itu berubah jadi orang lain, karena cewenya itu cantik karena dia jadi dirinya sendiri. Cowonya nerima cewenya apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Si cewe tetep cantik di mata cowonya. Terus cowonya sedih karena cewenya pergi dan berubah jadi orang lain. Maksudnya mungkin, ’jangan sentuh ceweku itu ’jangan jadikan dirimu jadi orang lain, karena aku mencintai dirimu yang apa adanya. Itu sih presepsiku ya, kalau kalian punya presepsi lain, kalian boleh ungkapin di sini. Biar kita bisa diskusiin bareng.
Yang pasti lagu kali ini bener-bener aku banget. MV nya bener-bener sesuai dengan harapan yang ditampilkan melalui teasernya. Mereka nggak childish dan berimage cute lagi. Mereka jauh lebih dewasa dan jauh lebih manis dan jauh lebih romantis walaupun nggak ada warna-warna cerah selain balon-balon gaje yang ada di latar dance stage nya mereka. But, entah gimana balon itu juga jadi sweet dan romantis. Jadi kebayang gimana kalau ditembak cowo dengan dekorasi begitu. Sweet banget. Huahahaha….
Boyfriend daebak! They grow and develop much.

Jumat, 21 Oktober 2011

Kutipan dari novel Morning Light :)

"Karena setiap cinta menuliskan cerita"

"Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari, hanya melihat pada dia: matahariku.
aku mengagumi kadalaman pikirannya, caranya memandang hidup-malah, aku mati-matian ingin seperti dirinya.  Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri. Aku bahkan mengabaikan suara lirih di dasar hatiku. Aku buta dan tuli. Dan di suatu titik akhirnya tersungkur. Saat itulah aku mulai bertanya-tanya: Apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicintai?"

"Kamu tidak perlu mencari lagi, hanya cukup menyadariya saja. Jika menutup mata, tanpa perlu ada alasan apa pun, hanya ingin bersamanya. Sesederhana itu."

"Terkadang, orang lain lah yang lebih mengerti kita. dibanding diri kita sendiri."

"Ternyata benar, kelebihan seseorang letaknya di belakang.. Kita tidak bisa mengetahuinya, kita membutuhkan orang lain untuk memberitahunya,"

"Knowing others is intelligence; Knowing yourself is true wisdom. Mastering others is strength; Mastering yourself is true power." -Lao Tzu-

"A true friend know your weakness but shows your strength; feels your fears but fortifies your faith; sees your anxieties but free your spirit; recognize your disabilities but emphasizes your possibilities."-William Arthur Words-

Bukan hal yang salah memiliki mimpi;
Bukan hal yang salah mempunyai tujuan;
Tujuan seperti sinar,
ke sanalah kita berlari
dan untuk itulah kita hidup;
Tapi, terkadang sinarnya terlalu menyilaukan,
membuat kita sulit melihat;
sehingga tiba suatu saat kita harus sejenak berhenti
untuk menyadari sinar yang ada pada diri kita sendiri. :)

Sabtu, 01 Oktober 2011

Celine Dion - I Love You, Good Bye :')


Wish I could be the one
The one who could give you love
The kind of love you really need
Wish I could say to you
That I'll always stay with you
But baby that's not me

You need someone willing to give their heart and soul to you
Promise you forever, baby that's something I can't do
Oh I could say that I'll be all you need
But that would be a lie

I know I'd only hurt you
I know I'd only make you cry
I'm not the one you're needing
I love you, goodbye


I hope someday you can
Find some way to understand I'm only doing this for you
I don't really wanna go
But deep in my heart I know this is the kindest thing to do
You'll find someone who'll be the one that I could never be
Who'll give you something better
Than the love you'll find with me
Oh I could say that I'll be all you need
But that would be a crime
I know I'd only hurt you
I know I'd only make you cry
I'm not the one you're needing
I love you, goodbye

Leaving someone when you love someone
Is the hardest thing to do
When you love someone as much as I love you

Oh I don't wanna leave you
Baby it tears me up inside
But I'll never be the one you're needing
I love you, goodbye


Baby, its never ganna work out
I love you, goodbye